Cara Merawat Bacan Kapur dengan Cairan Ion

1 comments
Peminat bahan bacan muda mengandung kapur ataupun logam umumnya telah mengetahui resiko yang akan didapat ketika akan membeli bahan tersebut. Selain karena harga yang lebih murah, mereka berspekulasi karena memiliki kiat cara merawat bacan seperti itu. Kiat-kiat itu biasanya jadi rahasia karena didapat berdasarkan coba-coba yang beresiko.

Sebelumnya kenali dulu ciri-ciri bacan muda atau bacan kapur. Sehingga bisa ditentukan treament bacan yang tepat. Berikut dirangkum cara merawat bacan kapur yang diperoleh dari para pedagang atau spekulan. Meski mereka sendiri tidak menjamin tingkat keberhasilan yang sama, tak ada salahnya anda mengetahui kiat-kiat treatment bacan, siapa tahu bisa berguna untuk anda.
cara merawat batu bacan

Cara Merawat Bacan Kapur dengan Cairan Ion seperti Pocari Sweat:

  1. Yang paling mudah dengan minuman Pocari Sweat (Minuman mengandung ion)
  2. Sediakan bejana kaca (mis. toples, botol bermulut besar) yang memiliki penutup rapat, yang dapat menjadi wadah dan mampu uap air.
  3. Taruh bahan bacan yang telah dijemur tadi ke dalam becana kaca kemudian isikan pocari sweat atau minuman ion sampai benar-benar merendam bahan.
  4. Letakkan di tempat yang aman dan lakukan perendaman dengan cairan ion ini dari malam hingga pagi hari.
  5. Sediakan bejana logam (mis. wajan, panci masak mie), yang dapat menjadi wadah dan mampu menghantar panas dengan baik.
  6. Pindahkan dari toples bahan bacan dan taruh ke dalam wadah logam kemudian isikan dengan air tanah (mengandung mineral alami) hingga air merendam bahan bacan.
  7. Lakukan penjemuran langsung di bawah terik matahari dari pagi hingga malam.
  8. Ulangi prosesnya selama 14 hari.
  9. Perhatikan untuk mengganti air dan cairan ion jika terlihat warna cairan mulai berubah atau kotor.
  10. Perhatikan pula detil bahan bacan agar anda tahu apakah ada kemajuan dari proses treatment bacan ini.
  11. Proses penjemuran dan perendaman juga boleh dicoba mis. 3 hari perendaman dan 3 hari penjemuran.
Pada umumnya proses di atas mampu mengangkat kapur. Hal ini dapat terlihat pada permukaan bahan bacan yang memutih di bagian luar pada saat kering. Ada baiknya bagian yang memutih ini digosok atau disikat sampai bersih bahan bacannya sebelum dilakukan proses ulang cara merawat bacan dengan cairan ion.
cara merawat batu bacan

Meski secara ilmiah belum diketahui, namun spekulan yang menggunakan cara ini menganalisanya sendiri dengan kemampuan logikanya bahwa kapur yang terkandung dalam bahan akan diikat oleh ion-ion dari pocari sweat saat perendaman dan keluar melalui pori-pori batu saat dilakukan penjemuran dengan rendaman air tanah.

Semoga bermanfaat.
Read more ►

Ciri-ciri Bacan Muda

5 comments
Jika anda sering berkunjung ke pusat-pusat batu akik, maka anda akan menjumpai banyak pedagang menggelar bahan-bahan batu akik dari segala jenis. Namun yang paling menarik perhatian adalah bahan batu akik yang dikenal sebagai bacan, baik jenis Bacan Doko maupun Bacan Palamea. Kenali ciri-ciri bacan muda, supaya anda tidak tergiur keuntungan palsu karena salah dalam memilih bahan.

Kenapa dipasaran ada beragam kwalitas bahan bacan?

Permintaan pasar yang tinggi terhadap batu bacan ini adalah penyebab kenapa para penggali, pengumpul dan pedagang bacan tidak lagi menyortir hasil galian yang dilempar ke pasar. Selain itu, persediaan bahan galian batu bacan berkwalitas semakin menipis. Sehingga mau tak mau, para spekulan bahan bacan mencoba meraup keuntungan dengan menjual bahan bacan dan batu akik bacan dengan kwalitas rendah.

Ciri-ciri Bacan Muda

  1. Umumnya penjual akan memajang bahan bacannya dalam keadaan masih direndam. Ingat, penjual bahan bacan berkwalitas akan menampilkan bahannya dalam keadaan kering.
  2. Bila dilihat sepintas, hijau atau birunya tampak lebih muda warnanya namun redup.
  3. Jika ditimbang-timbang terasa lebih ringan dari perkiraan ukuran berat pada bahan batu akik pada ukuran yang sama, biasanya bahan bacan yang terasa ringan ini karena unsur batunya tidak padat alias berongga-rongga.
  4. Jika ditimbang-timbang terasa berat umumnya bahan bacan terlihat banyak bagian berwarna hitam pada intinya.
  5. Jangan tergiur oleh tembusnya sinar lampu senter ketika bahan disorot karena bahan bacan berkapur juga menampilkan sorot tembus. Bahan bacan kristal padat akan menampilkan sorot tembus yang berbeda (lebih menyala dengan warna lebih tua).
  6. Perhatikan badan batu dari cacat seperti retakan (crack), bolong atau berongga, kulit yang tebal dan kapur yang berwarna putih atau coklat lumpur kering.
  7. Kalau kebetulan bahannya tidak direndam (cukup kering), coba masukkan saja dalam wadah berisi air, bacan muda apalagi yang kropos berongga akan memperlihatkan gelembung-gelembung udara menandakan bahan berongga yang dalamnya terisi udara mulai digantikan oleh air.
cara merawat bacan
Meski ciri-ciri bahan muda seperti yang telah disebut di atas banyak ditemukan, tetap saja animo pembeli tidak berkurang. Spekulasi tetap menjadi pedoman bagi mereka. Apalagi jika ditambah dengan kepercayaan bahwa jika punya cara merawat bacan kapur, bukan tidak mungkin kwalitas bahan akan meningkat. Kalau sudah begitu, maka pintar-pintarlah dalam mengenali ciri-ciri bahan muda.
Read more ►

Bahan Bacan Muda dan Bacan Kapur

0 comments
Pernah mendengar orang menyebut bacan muda, bacan kapur atau bacan hitam? semua yang disebut tadi adalah bahan-bahan bacan  kwalitas rendah yang kini marak diperjualbelikan. Untuk bahan dengan kwalitas seperti itu butuh cara merawat bacan yang tepat dengan harapan bahan bacan tersebut bisa digosok menjadi akik bacan yang lebih tinggi kwalitas dan harganya.

cara merawat batu bacan

Saat ini bahan (rough) bacan banyak sekali dijual di bursa batu akik seperti Rawa Bening, Kebayoran Lama, lokasi-lokasi khusus jual batu akik hingga kios emperan pinggir jalan maupun pasar-pasar kagetan. Tapi kebanyakan yang dijual adalah bahan bacan dengan kwalitas rendah yang umumnya bahan bacan yang masih muda, berkapur dan masih mengandung logam berwarna hitam.

Terapkan cara memilih bahan bacan seperti itu dengan teliti karena jika salah pilih maka bahan tersebut akan sia-sia dirawat ataupun ketika mau diolah. Perhatikan ciri-ciri bahan bacan muda karena rata-rata bahan bacan muda yang berkapur belum dapat dibentuk atau digosok menjadi akik bacan. Kalau tidak beruntung, bahan bacan muda bisa hancur (ngeprul) dengan mudah saat dicoba dipotong atau digosok.

Pembeli bahan bacan muda mesti bersabar diri karena untuk dapat mengolahnya dibutuhkan tahap-tahap perawatan yang membutuhkan waktu lama. Ada yang menerapkan cara merawat bacan kapur dengan cairan ion seperti pocari sweat dan ada pula yang mencoba cara merawat bacan kapur dengan cairan pembersih mulut atau yang kandungan bahan kimia lainnya. Yang umum biasanya menggunakan produk-produk rumah tangga, minuman dalam kemasan atau bahan pembantu aktif berupa cairan.

Cara perawatan atau treatment bacan manapun yang akan dilakukan tentu memiliki tingkat keberhasilan yang tidak sama antara satu bahan dengan bahan bacan yang lainnya. Berhati-hatilah karena eksperimen cara merawat batu bacan tadi dapat menghancurkan bahan bacan yang anda punya.
Read more ►
 

Copyright © Cara Merawat Bacan Powered by Equatropica | Supported web Info-nya Mancing